Resensi Riyadhush Shalihin

RESENSI RIYADHUSH SHALIHIN

Judul Asli                              : Riyadhush Shalihin

Judul Edisi Terjemah         : Riyadhush Shalihin

Penulis                                  : Imam an-Nawawi 5

Tahqiq & Ta’liq                    : Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani  Rahimahullah

Dan sekelompok ulama lain

Takhrij                                   : Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah

Penerjemah                         : Izzuddin Karimi, lc.

Mura’ajah Terjemah          : Tim Editor Ilmiah DARUL HAQ

Penerbit                                : DARUL HAQ Jakarta

Tebal Buku                           : 1132 + xxx halaman

Ukuran buku                        : 17 cm x 24,5 cm

Harga                                     : Rp . 145.000,-

PENTINGNYA TEMA BUKU

Seorang Muslim tidak hanya harus berilmu mumpuni, tetapi juga harus melaksanakan ilmunya secara baik dan benar. Ilmu yang mendalam dan amal nyata inilah yang menjadi dasar pijakan orang-orang shalih. Tidak ada seorang shalihpun kecuali salah satu dari keduanya ada pada dirinya.

Orang-orang shalih menempati peringkat keempat dari empat golongan utama yang diberikan nikmat oleh Allah q meraih jalan yang lurus untuk menuju kepadaNya. Perhatikan disaat kita memohon kepada Allah ketika membaca Surat al-Fatihah dalam setiap Shalat:

“Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau berikan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang dimurkai dan bukan pula orang-orang yang sesat.” (Al-Fatihah: 7).

Ini dijelaskan dengan gamblang oleh Firman Allah ta’ala yang lain:

{وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ }.

“Dan siapa yang taat kepada Allah dan RasulNya, maka mereka itulah orang-orang yang Allah berikan nikmat, dari para Nabi, orang-orang Shiddiq, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih.” (An-Nisa`: 69).

Karena itu orang-orang yang meraih predikat sebagai orang-orang shalih, pastilah orang-orang yang taat, dan untuk menjadi seorang yang taat, dia harus menempuh jalan yang lurus, yaitu Islam; Islam yang dibangun di atas al-Qur`an dan as-Sunnah.

Karena itu, siapa yang mengambil bagian yang banyak dari kedua sumber ini, maka dia telah menempatkan dirinya sebagai seorang yang memilih jalan ilmu dan amal yang tepat dan jalan meraih keberuntungan. Sebaliknya, siapa yang mengabaikan kedua sumber ini, dia pasti gagal dan tercampakkan bahkan celaka. Orang yang berilmu dan beramal secara benar adalah orang yang menguasai kedua sumber ini, al-Qur’an dan as-Sunnah, secara baik, serta berpeluang meraih salah satu derajat hamba Allah yang paling mulia, yaitu orang shalih. Dan karena itu, berbahagialah Anda yang telah menikmati mengkaji al-Qur`an dan as-Sunnah, sebab  itu adalah pijakan dasar para ulama rabbani sepanjang masa dalam ilmu dan amal.

Akan tetapi, al-Qur`an dan as-Sunnah sangatlah luas, sehingga akan sulit bagi banyak orang untuk mengkajinya secara luas dan totalitas; dan karena begitu luasnya tentu sangat sulit untuk didalami langsung dari rujukan aslinya. Di sinilah, kita membutuhkan bimbingan para ulama yang mumpuni yang memang telah terbukti dalam sejarah, telah menguasai al-Qur`an dan as-Sunnah secara baik, luas dan dalam, dari segi ilmu dan amal tadi, untuk menyederhanakannya, agar mampu dikaji semua kalangan.

Nah, salah satu karya agung ulama Islam yang fenomenal yang membentangkan jalan untuk meraih predikat sebagai orang shalih, dan berhasil dengan sangat bagus menyederhanakan begitu luas hadits-hadits Nabi shalallahu alaihi wassalam, adalah buku ini, Riyadhus Shalihin, yang jika diterjemahkan secara harfiah berarti: taman-taman orang-orang shalih. Dan inilah semangat yang ingin dikobarkan oleh Imam an-Nawawi rahimahullah, yaitu sebagai usaha dan langkah awal untuk memahami al-Qur`an dan as-Sunnah yang paling penting untuk menjadi orang Mukmin sejati; yaitu orang shalih.

Buku ini adalah salah satu buku yang paling penting bagi setiap Muslim, juga paling dasar untuk dikaji, juga paling padat dan paling simpel untuk bimbingan amal sehari-hari, serta memiliki muatan paling kaya dalam berbagai tema sentral Agama Islam.

Maka buku ini sebenarnya adalah himpunan ayat-ayat dan hadits-hadits yang merupakan poros ajaran Islam dari sumbernya yang asli yaitu al-Qur`an dan as-Sunnah serta atsar as-Salaf.

Lebih dari itu, penulis buku ini, Imam an-Nawawi Rahimahullah, adalah salah seorang di antara ulama besar dalam disiplin ilmu hadits dan ushul hadits, disamping beliau juga dikenal sebagai ulama fikih bermadzhab asy-Syafi’i, bahkan beliau juga termasuk di antara kalangan para ulama muhaqqiq.

 

Buku ini memuat tidak kurang dari 19 judul kitab dan 372 bab; baik dalam tema akidah, ibadah, akhlak dan penyucian jiwa, juga mualamah dengan sesama makhluk Allah, serta larangan-larangan Allah.

Metodologi yang ditempuh oleh Imam an-Nawawi 5 dalam setiap bab, adalah: meletakkan judul bab yang sesuai dengan tema masing-masing, lalu menyebutkan ayat-ayat dan hadits serta atsar-atsar  dari as-Salaf yang sesuai dengan judul; sehingga suatu bab benar-benar tersaji secara penuh dan terulas secara total. Misalnya, bab takwa. Di awal Imam an-Nawawi menyebutkan sejumlah ayat yang menerangkan urgensi dan hakikat takwa, lalu diikuti dengan hadits-hadits secara berkesinambungan, yang dengan membaca dan menelaahnya secara seksama akan tergambar jelas berbagai masalah dan sub yang berkaitan dengan takwa.

Sebagai contoh:

18(. BAB LARANGAN TERHADAP BID’AH DAN AJARAN-AJARAN AGAMA YANG DIBUAT-BUAT

Allah ta’ala berfirman:

“Maka tidak ada setelah kebenaran itu melainkan kesesatan.” (Yunus: 32).

Allah ta’ala juga berfirman:

“Tidak ada sesuatupun yang Kami luputkan di dalam al-Kitab (al-Qur`an) ini.” (Al-An’am: 38).

Allah ta’ala juga berfirman:

“Jika kalian berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur`an) dan Rasul (Sunnahnya).” (An-Nisa`: 59).

Allah ta’ala juga berfirman:

“Dan bahwa ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kalian dari jalanNya.” (Al-An’am: 153).

Dan Allah ta’ala berfirman:

“Katakanlah (wahai Muhammad), ‘Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (Ali Imran: 31).

Setelah menyebutkan ayat-ayat seperti ini, Imam an-Nawawi kemudian menyebutkan hadits-hadits yang berkenaan dengan judul, sehingga benar-benar tersaji satu tema yang lengkap dan utuh.

Lebih dari itu, apabila ada kata-kata yang asing dalam hadits-hadits tertentu, Imam an-Nawawi menjelaskannya secara seksama, sehingga menjadi jelas.

KEISTIMEWAAN EDISI DARUL HAQ

Pertama: Teks asli dari terbitan DARUL HAQ adalah yang ditakhrij oleh Imam besar ahli Hadits abad ini, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani Rahimahullah, seorang ulama hadits yang benar-benar mumpuni, sehingga tidak berlebihan ulama besar lainnya, yaitu Imam Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah, memuji Syaikh al-Albani dengan berkata: “Di masa akhir ini, saya tidak pernah melihat seseorang di bawah kolong langit ini yang lebih alim dalam ilmu hadits dari Syaikh al-Albani.”

Ini adalah jaminan bahwa semua hadits dan atsar di dalamnya telah dikaji secara menyeluruh, dari segi:

(1), harakat kata-kata yang digunakan.

(2), sumber-sumber dan para ulama hadits yang meriwayatkan masing-masing hadits dan atsar di dalamnya.

(3), Shahih dan dha’ifnya hadits-hadits. Di sini mungkin sebagian kita akan bertanya: “Apakah di dalam Riyadhush Shalihin ada hadits-hadits yang dha’if?” Secara ringkas, dalam resensi ini dapat kami katakana: “Ada, sekalipun tidak banyak”.

Maka untuk mengetahuinya silahkan Anda kaji dalam edisi terbitan DARUL HAQ ini.

Kedua: Di samping teks bahan dasarnya ditahqiq oleh Imam al-Albani Rahimahullah, tetapi tahqiqnya dilengkapi pula oleh sekelompok ulama ahli tahqiq lain , sehingga lebih solid dan lebih valid.

Ketiga: Bahan dasar penyiapan buku ini diberi ta’liq (catatan dan tambahan penjelasan) oleh Imam al-Albani Rahimahullah, dan juga dilengkapi oleh sekelompok ulama tadi.

Ini sangat penting menjadi perhatian pembaca, karena dengan lengkapnya ta’liq semua lafazh dalam al-Qur`an maupun as-Sunnah serta atsar dari as-Salaf, menjadi jelas, sehingga seakan disyarah secara detil dan mudah dipahami dan disimpulkan oleh pembaca yang awam sekalipun.

Keempat: Teks al-Qur`an dan as-Sunnah ditulis secara penuh. Sehingga memudahkan setiap pembaca yang ingin membaca dan mengambil faidah dari lafazh aslinya.

Kelima: Teks al-Qur`an dan as-Sunnah dilengkapi dengan harakat secara lengkap, sehingga mudah dibaca oleh semua pembaca secara benar. Dan harakat ini memang dilengkapi dari kitab aslinya, yang diberikan oleh Imam al-Albani dan sekelompok ulama lain yang telah disinggung sebelumnya.

Keenam: Apabila ada hadits yang memiliki kelemahan, maka Syaikh al-Albani 5, menjelaskan sebabnya secara ringkas dan memberikan rujukan silang kepada kitab-kitab kajian hadits beliau yang lain. Ini beliau lakukan agar kitab Riyadhush Shalihin ini tetap simpel dan tidak menjadi terlalu tebal.

Karena itu, edisi yang diterbitkan Darul Haq ini adalah salah satu edisi Riyadhush Shalihin yang terbaik saat ini, insya Allah, dari semua ketegori.

PENUTUP

Banyak kalangan yang mengenal secara baik kitab Riyadhush Shalihin, dan ini tentu menggembirakan, dan telah banyak beredar edisi terbitan Riyadhush Shalihin, baik yang edisi asli berbahasa Arab maupun yang edisi terjemahan bahasa Indonesia, yang masing-masing tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan demi memenuhi kebutuhan kaum Muslimin Indonesia, kami haturkan salah satu edisi terbaik dari Riyadhush Shalihin ini, yang ditahqiq dan ditakhrij oleh Imam al-Albani rahimahullah.

Riyadhush Shalihin ini adalah salah karya emas dari seorang putra Islam terbaik, yang hingga kini menjadi best seller dunia; dan best seller sepanjang masa.

Buku ini, adalah bacaan wajib setiap Muslim dan layak menjadi bahan kajian rutin dalam lembaga pendidikan formal maupun non formal, dan dalam berbagai jenjang

 

Register