Resensi Buku Biografi 60 Ulama Ahlussunnah

RESENSI BUKU

BIOGRAFI 60 ULAMA AHLUS SUNNAH

Data buku:

Judul Asli                              : Min A’lam as-Salaf

Judul Edisi Terjemah         : BIOGRAFI 60 ULAMA AHLUS SUNNAH Yang Paling  Berpengaruh dan Paling Fenomenal dalam sejarah Islam

Penulis                                  : Syaikh Ahmad Farid

Tebal buku                           : 1012 halaman.

Ukuran buku                       : 16 x 24,5cm ( Hard Cover)

Penerbit                                : Darul Haq, Jakarta

Harga                                    : Rp.145.000.

Mungkin kita sering atau terbiasa mendengar nama-nama ilmuwan barat yang berjasa di berbagai bidang, khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti ilmu fisika, kimia, kedokteran, biologi dan lain-lain, yang nama-nama mereka dimuat dalam buku-buku pelajaran di berbagai jenjang pendidikan. Sebagain besar dari mereka adalah orang-orang kafir  yang banyak diidolakan oleh sebagian kaum muslimin di berbagai tempat.

Bahkan tidak sedikit dari kaum muslimin yang lidahnya biasa menyebut dan mendzikirkan nama-nama tokoh orang-orang kafir lainnya, yang berperestasi di bidang olahraga, seperti sepak bola, tinju, basket, balapan mobil dan motor, dan sebagainya. Manghafal, mengenal, apalagi sampai mengidolakan nama-nama tersebut, jelas tidak akan menambah iman sedikitpun, bahkan sebaliknya, dapat merusak prinsip-prinsip akidah kaum muslimin. Hal ini termasuk pekerjaan sia-sia, membuang-buang waktu, dan menghabiskan umur. Begitu juga mengenal nama-nama dan pribadi dari kalangan artis, selebritis, aktor film, dan sebagainya, apalagi sampai mengikuti penampilan dan gaya hidup mereka.

Namun sadarkah kita bahwa umat islam memiliki tokoh-tokoh pembela agama yang jauh lebih hebat dan luar biasa dibanding tokoh-tokoh tersebut. Tapi sayangnya, kebanyakan kaum muslimin tidak menyadarinya. Mereka lebih terperdaya dan terpesona dengan tipu daya orang-orang kafir, mereka disuguhkan dengan tokoh-tokoh hiburan yang melalaikan mereka dari ilmu-ilmu bermanfaat, berupa al-qur’an dan al-hadits beserta para pembawanya.

Dengan tipu daya orang-orang kafir tersebut, umat islam terlalaikan dari ilmu tauhid, ilmu hadits, ilmu tafsir, dan ilmu-ilmu lainnya yang dapat menyelamatkan mereka di dunia dan di akhirat. Mereka lebih tertarik dengan hiburan dan menghafal nama-nama serta biografi tokoh-tokoh kafir yang hanya kan membawa mereka keluar dari cahaya islam, lalu menjerumuskan mereka ke lembah kegelapan yang menyesatkan.

Wahai kaum muslimin, anak-anak, para remaja, pemuda, para penuntut ilmu, kenalkah Anda dengan nama-nama seperti imam al-Bukhari, yang berhasil menyusun kitab shahihnya dengan memilih dan memilah hadits dari satu juta hadits lebih? yang mampu menghapal hadits-hadits Nabi yang mulia beserta sanad dan periwayatannya, dengan hanya sekali dengar? Yang pernah diuji dengan 100 matan dan sanad hadits, sekaligus mampu melafahzkan, bahkan justru mampu membetulkan kesalahan yang terdapat di dalamnya? Seorang tokoh ulama hadits yang umat islam senantiasa merujuk kepadanya dan pemilik kitab paling shahih setelah al-qur’an?

Kenalkah Anda dengan penulis kitab terkenal hadits arbain, yang telah dikaji dan disyarah oleh sekian banyak ulama dari zaman ke zaman hingga sekarang? Yang telah membukukan hadits-hadits jawamiul kalim yaitu imam an-Nawawi? Siapa yang tidak kenal karya hebat beliau seperti Riyadhussalihin, Hadits Arbain, al-Adzkar, al-Majmu syarah muhadzab, syarah shahih Muslim, dan lain-lain. Ini semua menggambarkan begitu dalamnya ilmu yang beliau miliki, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak seorangpun ulama setelahnya yang tidak memperoleh manfaat dari karya-karyanya.

Demikian pula dengan tokoh-tokoh seperti umar bin abdul aziz. Dengan umurnya yang tidak terlalu panjang, hanya 39 tahun, tetapi presetasi dunia dan agamanya jauh lebih besar dibanding umurnya yang pendek. Beliau di beri izin oleh Allah q memegang tampuk pemerintahan selama 4 tahun, namun hasilnya begitu luar biasa dan mengagumkan.

Oleh karena itu, sudahkah kita mengambil manfaat dari mereka? Atau membiarkan ia berlalu begitu saja? Ketahuilah, ilmu yang menyelamatkan kehidupan kita di dunia dan di akhirat,  ia tidak akan diperoleh di lapangan bola, di sirkuit balapan, di panggung-panggung hiburan, dan tidak pula di buku-buku filsafat. Akan tetapi Ilmu diambil dari sumbernya, al-Qur’an dan as-Sunnah, melalui karya-karya para ulama.

Maka sekali lagi, kenalkah kita dengan nama-nama seperti Sa’id bin Musayyib, Urwah bin Zubair, Sa’id bin Jubair, al-Hasan al-Bahsri, Ibnu Syihab az-zuhri, sufyan ats-Tsauriy, atau yang lainnya seperti Abu Hanifah, Malik bin Anas, Muhammad bin Idris asy-Syafii, Ahmad bin Hambal, Yahya bin Mai’in, Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Muslim bin Hajjaj, Abu Hatim ar-Raziy, Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Katsir dan ibnu hajar al-Asqalani?

Merekalah di antara nama-nama besar dalam dunia kesarjanaan islam. Para ulama pembela agama, tokoh-tokoh terpercaya, para pejuang sunnah, para pengemban ilmu. Merekalah yang mewarisi ilmu dari Rasulullah a, menghafal ratusan ribu hadits. Termasuk ulama yang mempertahankan akidah ahlusunnah wal jama’ah dari berbagai kesesatan. Atas jasa-jasa merekalah orang-orang dapat memahami agama, termasuk kita pada hari ini. Melalui tangan-tangan merekalah kita mendengar hadits-hadits nabi yang mulia a.

Rasulullah a bersabda.

Sesungguhnya para ulama itu pewaris para nabi. Dan para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham. Namun, mereka mewariskan ilmu. Maka, barangsiapa yang mengambil ilmu tersebut, sesungguhnya ia telah mendapatkan kebahagiaan yang sangat besar. (HR. Abu Daud, no. 3641, dishahihkan ole syaikh al-Albani)

Dan merekalah orang-orangnya, yaitu para ulama yang dalam ilmunya, orang-orang terpercaya, dan orang-orang yang menyingkap kesamaran demi menerangi masyarakat. Dan tidaklah disebut ulama melainkan mereka yang benar-benar takut kepada Allah, yaitu mereka yang benar-benar mengenal Allah dengan ilmu.

Allah berfirman dalam surat fathir ayat 28. (harap dibacakan ayatnya)

Artinya:

Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk-makhluk bergerak (bernyawa) dan hewan-hewan ternak juga ada bermacam-macam warna (dan jenis)nya. Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepadaNya, hanyalah para ulama.[1] Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.”

Dan Allah juga berfirman dalam surat az-Zumar ayat 9 (harap dibacakan ayatnya)

Artinya:

“(Apakah kamu wahai orang kafir yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.”

Ketahuilah, satu hal di antara sekian banyak sebab yang membuat kita merasa bangga dan bahagia menjadi muslim adalah karena kita memiliki sejarah yang gemilang di masa lalu yang diwarnai oleh orang-orang shaleh dari kalangan para ulama. Mereka hadir dalam lipatan sejarah sebagai para tokoh yang sulit dicari tandingannya pada hari ini, dimana mencintai mereka sama artinya dengan mencintai kebaikan, kebenaran, dan bahkan termasuk dari sebagian maksud dari mencintai Allah. Merekalah generasi terbaik sepanjang masa yang pernah dihadiahkan dalam hidup ini.

Merekalah orang-orang yang diangkat derajatnya oleh Allah, yaitu orang-orang yang berilmu dari kalangan para ulama.

Allah berfirman dalam Surat mujaadilah ayat 11. (harap dibacakan ayatnya)

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepada kalian, ‘Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,’ maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untuk kalian. Dan apabila dikatakan, ‘Berdirilah kalian,’ maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan.”

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda :

“Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan kitab ini (al-Qur’an), dan Allah merendahkan beberapa kaum yang lain juga dengannya.”(shahih Muslim, no.817)

Demikianlah bagaimana Allah taala meninggikan kedudukan orang-orang yang meninggikan kalimat-Nya, yaitu orang-orang yang membela agamaNya. Walaupun jasad-jasad para ulama itu pergi meninggalkan kita, namun nama-nama mereka tetap hidup di hati para penuntut ilmu di setiap zaman. Karya-karya mereka terus subur dituai manfaatnya.

Kenalilah mereka, cintailah mereka, tuailah hasil-hasil ilmu yang mereka tinggalkan.

Sudah tentu cinta dan kasih terhadap para ulama merupakan sebagian dari karunia Allah yang tidak ternilai harganya. Tidaklah setiap orang mampu menghadirkan rasa cinta terhadap para ulama itu dengan sesungguhnya.

Oleh sebab itu, buku berjudul “Biografi 60 ulama ahlusunnah” ini menjadi begitu penting untuk dibaca dalam rangka menumbuhkan kecintaan kita kepada generasi yang Allah telah ridha terhadap mereka dan merekapun telah ridha kepada Allah, Radiyallahu anhum wa radhu `anhu.

Maka tela’ahlah Biografi dan kisah-kisah mereka, kenalilah siapa mereka, ambillah pelajaran dan teladan, selamilah semangat mereka dalam menuntut ilmu, telusurilah kekuatan ingatan mereka, tirulah ketelitian mereka, keilmuan mereka, keteguhan mereka dalam beragama, sikap mereka terhadap ujian dan fitnah, ketahuilah bagaimana pujian para ulama terhadap mereka, wasiat-wasiat mereka, beserta hasil karya yang mereka tinggalkan. Semua ini tertuang dalam sebuah buku yang sangat berharga, penuh dengan kisah-kisah yang patut ditulis dengan tinta emas! Kisah penuh motivasi, semangat, dan teladan. Kenalilah mereka sang para pembela agama, yang melalui merekalah agama ini pun sampai kepada kita hari ini. Tak kenal, maka tak cinta.

Dan ketahuilah bahwa nabi a pernah bersabda:

“Di hari kiamat kelak, seseorang itu bersama siapa yang dia cintai.”(HR. at-Tirmidzi, no. 3535)

Isi Buku Secara Umum:

Sebagaimana judulnya, Buku ini memuat biografi 60 ulama Ahlus Sunnah, yang bertabur berbagai hikmah luar biasa, mutiara yang mahal dan ibrah yang dalam bagi siapa saja yang mencari figur sejati dalam menegakkan Agama dan menjalani hidup.

Sisi perjalanan hidup seorang ulama yang biografinya penulis muat di dalam buku ini, mencakup: nama dan kunyah, nama bapak dan kakeknya, tempat kelahiran dan latar belakang keluarga. Kemudian permulaan menuntut ilmu, disiplin ilmu yang didalami dan dikuasainya, negeri-negeri yang pernah dikunjungi untuk mengambil ilmu dari para ulamanya, berikut berbagai kisah suka dan duka serta ujian berat dalam perjalanan mencari ilmu tersebut, bahkan juga jihadnya dalam menegakkan Agama ini. Hal lain, adalah siapa saja guru-gurunya, berapa banyak gurunya, lalu siapa saja ulama lain yang berguru kepadanya. Kemudian kitab apa saja yang berhasil disusunnya. Lalu tidak lupa, sanjungan para ulama ternama, yang dapat mempresentasikan sekian tinggi kadar kedudukan ulama bersangkutan dalam ilmu dan amal, juga ibadah dan akhlaknya, keteguhan hati dalam berpegang kepada kebenaran, kesabaran dalam menghadapi ujian, zuhud, bahkan kepahlawanan. Dan tidak lupa, tahun wafatnya, dengan segala peristiwanya serta kenangan baik para ulama terhadap ulama bersangkutan.

Sebagai contoh:

  • Dalam biografi Sa’id bin Jubair radiallahu anhu, disebutkan bahwa beliau disiksa oleh al-Hajjaj hingga tewas.
  • Imam asy-Syafi’i sempat berguru kepada Sufyan bin Uyainah, tetapi tidak lama kemudian, Sufyan yang berguru kepada asy-Syafi’i. Dan dari didikan Imam asy-Syafi’i, muncul seorang ulama besar yang digelari sebagai imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yaitu Imam Ahmad bin Hanbal. Yang menarik, apa yang menjadikan Imam asy-Syafi’i begitu menonjol hingga menjadi guru dari gurunya sendiri?
  • Di antara peristiwa paling penting yang dicatat oleh para ulama dari perjalanan hidup Imam Ahmad bin Hanbal 5, adalah keteguhan beliau dalam menghadapi fitnah dan cobaan. Khalifah al-Ma’mun yang tertipu oleh doktrin mu’tazilah memaksa Imam ahmad untuk mengatakan bahwa al-Qur`an adalah makhluk. Dan tentu saja beliau menolak, karena ini adalah kesesatan yang nyata. Tetapi penolakan beliau dan keteguhan beliau dalam berpegang kepada kebenaran, menimbulkan ujian yang berat bagi beliau. Beliau disiksa, hingga pernah berkali-kali pingsan, bahkan berulang kali keluar masuk penjara; tetapi beliau tak bergeming, beliau tetap kokoh di atas al Haq, karena hebatnya keteguhan dan kesabaran yang Allah anugerahkan kepada beliau. Nah, kisah ujian dan fitnah yang beliau alami ini, tertuang secara panjang lebar di dalam buku ini.
  • Imam al-Bukhari: Tahukah Anda, bagaimana usaha dan jerih payahnya sehingga kitab Shahih al-Bukhari milik beliau dinobatkan oleh para ulama sebagai kitab paling shahih setelah al-Qur`an? Tahukah Anda bahwa al-Bukhari, sejak berumur sangat belia telah berhasil menjadi Ahli hadits yang diambil ilmunya oleh ulama-ulama besar?
  • Berikutnya, dengan didikan Imam al-Bukhari muncul murid beliau yang unggul, yaitu Imam Muslim, yang kitab Shahihnya juga kemudian dinobatkan oleh para ulama sebagai kitab paling shahih kedua setelah al-Qur`an dan setelah Shahih al-Bukhari.
  • Di abad ke 4 Hijriah muncul seorang ulama yang fenomenal di dataran Eropa, tepatnya di Andalusia, dialah Imam Ibnu Hazm al-Andalusi. Ulama ini dikenal sebagai seorang yang gigih berpegang kepada Sunnah Nabi a, akan tetapi sejumlah ulama mengkritik Imam Ibnu Hazm. Apa yang sebenarnya terjadi. Silahkan Anda hayati di sini.
  • Di akhir buku ini tercantum nama besar yang agung, al-Hafizh Ibnu Hajar al asqalani. Beliau inilah yang mendapatkan gelar sebagai al-Hafizh yang paling besar yang pernah lahir di muka bumi ini. Apa yang mengantarkan beliau muncul sebagai ahli hadits yang begitu fenomenal? Inilah buku yang akan mengungkapkannya kepada kita semua.

Apa yang kami sebutkan ini hanyalah serpihan-serpihan yang sedikit dari hamparan luas mutiara yang bisa Anda gali dalam buku ini

Register