Resensi Buku Begini Seharusnya Menjadi Guru

                                                        RESESNSI ILMIAH

BEGINI SEHARUSNYA MENJADI GURU

 DATA BUKU

Judul asli                              : Al-Mu’allim al-Awwal: Qudwah li Kulli Mu’allim wa  Mu’allimah

Judul edisi Terjemah          : Begini seharusnya menjadi guru: Panduan Lengkap  Metodologi Pengajaran Cara Rasulullah SAW.

Penulis                                   : Fu’ad bin Abdul Aziz asy-Syalhub.

Penerjemah                          : Jamluddin, Lc.

Muraja’ah terjemah             : Editor ilmiah DARUL HAQ

Tebal buku                            : 188 halaman

Ukuran buku                         : 14.5 x 20.5

Harga per ex                         : Rp.27.000,-

KEDUDUKAN PENTING TEMA BUKU

Profesi sebagai guru dan pendidik adalah di antara posisi sosial yang paling stategis dalam sebuah sistem masyarakat, dalam kapasitas sekecil apapun. Lebih dari itu mengajarkan kebaikan memiliki kedudukan yang tinggi dan utama dalam Islam. Dalam Surat Fushshilat: 33, Allah menyatakan, “Tidak ada orang yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru (mengajak) kepada Allah.” Dan termasuk dalam maknanya adalah para pengajar ilmu-ilmu Syari’at, karena ini adalah salah satu bentuk seruan untuk kembali kepada Allah Ta’ala.

Di lembar pertama buku ini, tertera Firman Allah Ta’ala,

{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ}.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.” (Al-Ahzab: 21).

Dan disusul di bawahnya perkataan seorang sahabat mulia, Mu’awiyah bin al-Hakam as-Sulami rhu yang menggambarkan pengajaran Nabi SAW,

بِأَبِيْ هُوَ وَأُمِّيْ مَا رَأَيْتُ مُعَلِّمًا قَبْلَهُ وَلاَ بَعْدَهُ أَحْسَنَ تَعْلِيْمًا مِنْهُ

“Saya rela bapak dan ibuku sebagai tebusan bagi beliau; saya tidak pernah melihat sebelumnya dan tidak pula setelah itu, seorang yang lebih bagus pengajarannya dari pada beliau saw.” (Diriwayatkan oleh Muslim).

RINGKASAN ISI BUKU

Buku terdiri dari tiga bagian:

Bagian pertama: Karakter-karakter yang harus dimiliki seorang guru (pengajar)

Bagian kedua: Tugas dan Kewajiban pokok seorang guru

Bagian ketiga: Sistim dan metode Mengajar sebagaimana yang dicontohkan Nabi SAW.

Bagian pertama: Karakter-karakter yang harus dimiliki seorang guru (pengajar):

  1. Mengikhlaskan Ilmu dan Pengajaran Karena Allah Ta’ala Semata

Ini adalah perkara pokok dan agung yang banyak dilalaikan oleh para pengajar dan pendidik, dan itu muncul karena jauhnya sebuah metolodolgi pendidikan dari sistem Rabbani. Nabi SAW telah mengingatkan hal ini dengan sabda beliau,

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا، لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

“Siapa yang balajar suatu ilmu yang seharusnya ditujukan untuk mencari Wajah Allah AZJ dengannya, tetapi dia mempelajarinya untuk mendapatkan harta benda dunia, niscaya dia tidak akan mendapatkan aroma surga pada Hari Kiamat.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad; Abu Dawud; Ibnu Majah dan lainnya, dan dishahihkan oleh al-Albani).

Demi Allah, sendainya keikhlasan ini tertanam secara baik, pada diri seorang pengajar dan anak-anak didiknya, niscaya tidak akan ada yang sia-sia dari ilmu yang telah disampaikan. Berapa banyak ilmu dan amal lenyap tak berbekas sehingga bagikan debu yang berterbangan, karena tidak didasari oleh keikhlasan.

Dalam hadits shahih disebutkan bahwa salah satu di antara tiga jenis orang yang akan paling pertama dihisab dan dihadapkan kepada pengadilan Allah pada Hari Kiamat, adalah, “seorang yang belajar ilmu dan juga mengajarkannya serta gemar membaca al-Qur`an. Lalu dia didatangkan dan Allah mengingatkan nikmat-nikmatNya kepadanya dan diapun mengenalnya. Maka Allah berfirman, ‘Apa yang kamu lakukan padanya?’ Orang itu berkata, ‘Aku belajar ilmu dan mengajarkannya serta banyak membaca al-Qur`an demi Engkau (Ya Allah)’. Allah berfirman, ‘Engkau dusta, akan tetapi kamu belajar ilmu agar dikatakan (bahwa engkau adalah) orang yang berilmu dan kamu membaca al-Qur`an supaya dikatakan (bahwa engkau) ahli baca al-Qur`an; dan itu telah dikatakan (di dunia)’. Kemudian diperintah agar dia diseret di atas wajahnya hingga dia dilemparkan ke dalam neraka….” (Diriwayatkan oleh Muslim).

Kita berlindung kepada Allah dari hukumanNya. Tidakkah cukup ini sebagai peringatan?

  1. Jujur

Kejujuran adalah mahkota di atas kepala seorang guru dan pengajar. Jika sifat jujur hilang dari dirinya, maka dia akan kehilangan kepercayaan dari manusia; muridnya, wali murid bahkan masyarakat luas. Dan dengan menyandang kejujuran, seorang guru dan pengajar akan sangat efektif dalam mengajarkan kejujuran pada para anak didiknya. “Kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan membawa ke surga”, demikian Nabi SAW bersabda yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.

Dan sekedar mengingatkan kita semua, kejujuran inilah diantara kunci sukses paling besar bagi dakwah Nabi SAW, sehingga harus dicontoh oleh setiap pendidik dan pengajar, agar sukses dalam mengajar.

Kejujuran seorang guru, akan menyebabkan dirinya agung di mata anak didiknya, sehingga bias wibawa penampilan luarnya saja akan menancap dalam ke dalam hati para muridnya, sehingga membekas kuat.

  1. Sejalan antara ucapan dan perbuatan

Dalam al-Qur`an, Allah mengingatkan masalah penting ini,

“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian perbuat?  Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kalian mengatakan apa-apa yang tiada kalian kerjakan.’ (Ash-shaf: 2-3).

Allah Ta’ala juga mengingatkan,

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kalian melupakan (kewajiban) diri kalian sendiri?” (Al-Baqarah: 44).

Karena itu, hendaklah seorang guru adalah orang yang paling pertama melaksanakan apa yang diajarkannya; mengerjakan apa yang dia perntahkan dan menjauhi apa yang dia larang.

Ada sejumlah contoh kasus dari perbuatan Nabi SAW dalam buku ini, yang menjelaskan bahwa poin yang satu adalah pokok pegangan dan karakter yang harus disandang seorang guru. Maka silahkan Anda kaji di sini.

Ketiga poin ini hanya sebagian dari yang disebutkan oleh penulis, dan beliau menyebutkan paling ada sebelas karakter pokok yang harus dimiliki oleh seorang guru dan pengajar, lengkap dengan berbagai contoh dari hadits Nabi SAW, yang dengan memilikinya, seorang pengajar telah memiliki awal yang baik menjadi seorang guru, Insya` Allah.

Bagian kedua: Tugas dan Kewajiban Pokok seorang Guru

Tugas dan kewajiban pokok seorang guru sebenarnya sangatlah sederhana sekaligus agung dan mulia, yaitu menanamkan akidah dan tauhid yang benar dan membersihkannya dari segala bentuk kesyirikan dan menanamkan Sunnah Nabi SAW dan membersihkannya dari segala bentuk bid’ah. Camkanlah ini dengan baik, karena ilmu yang dijarkan pasti akan juga disampaikan oleh paling tidak sebagian murid kepada orang lain. Karena jangan sampai seorang guru mengajarkan kesyirikan dan bid’ah-bid’ah, karena itu akan menjadi tanggungjawab hingga di Hari Kiamat nanti. Seorang guru harus benar menulis di depan matanya peringatan Nabi SAW,

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا.

“Siapa yang mengajak kepada suatu petunjuk, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala-pahala orang yang mengikutinya di mana hal itu tidak mengurangi sedikitpun dari pahala mereka. Dan siapa yang mengajak kepada suatu kesesatan maka dia menanggung dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya di mana itu tidak mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka.” (Diriwayatkan oleh Muslim).

Kebenaran yang diajarkan seorang guru akan juga diajarkan oleh murid-muridnya, paling tidak sebagian mereka, dan kebatilan yang dia ajarkan juga akan diajarkan, sehingga generasi berganti, kebenaran dan kebatilan akan terus bertarung, yang datang dari arah seorang guru yang tidak membersihkan materi yang diajarkannya dari kebatilan.

Maka di antara tugas pokok yang ada di pundak seorang guru adalah:

  1. Menanamkan akidah yang benar dan mengokohkan Iman dengan mata pelajaran apapun yang diajarkan.

Dengan mata pelajaran matematika misalnya; pertama, seorang guru, di samping mengajarkan sub-sub bahasan matemati, hendaklah melalui contoh dan simulasi materi menanamkan akidah dan Iman yang benar. Seperti misalnya, menumbuhkan bahwa hitungan angka-angka yang merupakan jarak antara benda-benda angkasa, merupakan bukti bahwa yang menciptkannya adalah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Begitu pula misalnya fisika dan biologi, dengan segalala keluarbiasaan rahasia penciptaan makhluk dan semesta ini berserta segala yang mampu dijangkau oleh nalar manusia, yang mampu diungkap melalui kedua mata ajar ini, harus dikembalikan bahwa itu semua adalah karena Tuhan Yang telah menciptaknnya adalah Maha Berilmu, Maha Kuasa; Dia-lah Allah AZJ. Maka hanya dia-lah yang berhak disembah. Perhatikanlah Firman Allah Ta’ala,

“Dan sebagian dari tanda-tanda (Kuasa)-Nya bahwa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya (Rabb) Yang menghidupkannya tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Fushsilat: 39).

Dan berasama itu, seorang guru harus mengarahkan anak-anak didiknya, agar jangan sampai dengan ilmu matematika, fisika dan biologi justru mereka muncul menjadi orang-orang yang menuhankan akal dan logika, lalu disiplin ilmu-ilmu eksak itu justru mereka gunakan untuk menghantam al-Qur`an dan as-Sunnah. Alangkah celaka orang yang telah mempelajari semesta ini dengan mendalam tetapi tidak menjadikannya sebagai orang yang memiliki akidah dan Iman yang baik.

Nah, penulis menyebutkan 7 poin tugas pokok dan kewajiban seorang guru, yang dapat Anda kaji di sini.

Bagian ketiga: Sistim dan metode pengajaran

Inilah inti dari sajian buku ini. Dan salah satu yang ingin kami angkat dalam resesnsi ini adalah: Mempersiapkan anak-anak didik untuk bisa menerima pelajaran secara kondusif.

Semua orang sepakat bahwa kesibukan anak-anak didik dengan yang lain dan tidak adanya perhatian kepada guru, adalah di antara penghalang paling besar untuk memahami apa yang disampaikan sang guru. Karena itu, konsentrsi dan fokusnya anak-anak dididik adalah masalah pokok dalam sistem pendidikan yang baik.

Nah buku ini menekankan masalah ini di awal, karena sangatlah penting. Dan karena itu, seorang guru tidak saja di amanhkan untuk menyelesaikan silabus pengajaran tepat waktu, akan tetapi yang paling penting, menciptakan suasana belajar dan mengajar yang kondusif, sehingga guru bebas dari tanggungjawab dan anak-anak didik dapat menyerap pelajaran semaksimal mungkin.

Ada ulasan sangat bagus dalam buku ini, tetapi dengan ringkasan ini mudah-mudahan cukup sebagai motivasi bagi Anda.

Nah, judul-judul dan sub-sub dalam bagian ini, sangat penting menjadi perhiatan setiap guru dan pengajar, yaitu:

  1. Kontak pendengaran dan penglihatan antara guru dan anak-anak didik.
  2. Metode praktik dengan peragaan.
  3. Memperhatikan tingkatan pemahaman dan daya tangkap anak-anak didik.
  4. Menggunakan metode dialog (tanya-jawab).
  5. Mengajar dengan kisah-kisah.
  6. Membuat permisalan-permisalan (analogi-analogi).
  7. Menumbuhan rasa penasaran pada anak didik, sehingga ia selalu ingin tahu yang berikutnya.
  8. Menggunakan isyarat dan gerakan tangan dan kepala.
  9. Menerangkan masalah-masalah penting yang rumit dengan metode penafsiran.
  10. Memeberikan kesempatan kepada anak-anak didik untuk memikirkan jawaban.
  11. Menggunakan metode pengulangan dalam mengajar.
  12. Melakukan klasifikasi sub-sub masalah, sehingga materi menjadi urut dan rapi; tidak campur aduk, sehingga akan menjadi tidak efektif, bahkan sulit di simpulkan.
  13. Memotivasi anak-anak didik untuk bertanya.
  14. Tidak memaksa menjawab masalah yang tidak dikuasai secara baik, dan akan lebih baik bila menunda menjawabnya pada jadwal berikutnya. Dan tidak sungkan untuk mengatakan, “Saya tidak tahu”, apabila memang tidak memiliki pengetahuan tentangnya.

Semua ini dikupas secara apik dan tuntas dalam buku ini.

PENUTUP DAN ROKEMENDASI

Yang penting untuk dicatat, adalah bahwa salah satu kewajiban asasi seorang guru dan pendidik adalah membersihkan nilai-nilai negatif dan virus-virus jahiliyah dari materi yang diajarkannya. Sebagai seorang guru, baik guru formal maupun semacam guru ngaji, harus ingat bahwa apa-apa yang Anda ajarkan akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah kelak. Maka jangan sampai predikat sebagai “pahlawan tanpa jasa dengan penghasilan yang pas-pasan” sebagaiguru akan ditambah dengan hukuman Allah yang disebabkan oleh kebatilan dan syubhat yang Anda ajarkan.

Umat ini menggantungkan harapan yang besar akan munculnya generasi mendatang yang akan mengibarkan panji Agama Allah melalui sentuhan lembut didikan dan pengajaran Anda. Umat ini telah menyerahkan milik mereka yang paling berharga dan tambatan jiwa mereka yang tak ternilai oleh harta kepada Anda. Maka takutlah kepada Allah dalam mengajar dan mendidik putra putri kaum Muslimin. Jangan sekali-kali Anda mengajarkan sesuatu yang tidak diridhai oleh Allah, berupa kebatilan, bid’ah-bid’ah dan segala hal yang tidak sejalan dengan Agama Allah; karena semua itu akan membuahkan keterjanjuran negatif yang buruk; bagi Anda para pendidik dan juga bagi para anak didik Anda. Didiklah mereka dengan Agama Allah yang murni dan indah ini dan bersama itu tempuhlah metode yang dicontohkan oleh Nabi SAW.

Karena itu, kami sampaikan bahwa buku ini akan memaparkan kepada Anda metodologi mendidik dan mengajar yang penuh teladan, selamat dan lurus, yang diambil dari contoh-contoh sikap dan tindakan Rasulullah SAW dalam mendidik para sahabat.

Ingat! Bahwa metode yang baik bisa lebih membekas pada keperibadian anak-anak didik dari materi yang kuat. Dan kedua komponen ini ditampilkan secara padu dalam buku ini, sehingga dengan ini, Anda telah mendapatkan cara dan arah yang benar dalam mendidik generasi yang akan memikul tanggung jawab masa depan.

Buku ini adalah salah pilihan yang bagus untuk mengoreksi yang sudah terlanjur dan pilihan yang bagus pula untuk bersiap menjadi seorang guru, pengajar, pendidik, bahkan ustadz dan kiayai.

Info Pemesanan

081382361477

www.darulhaq.com

Register