Resensi Adab Dan Akhlak Islami

                                                     RESENSI BUKU
                                  PANDUAN LENGKAP DAN PRAKTIS
                                       ADAB DAN AKHLAK ISLAMI

Judul Asli : Muntaqa al-Adab asy-Syar’iyah

Judul terjemah : Panduan Lengkap dan Praktis Adab dan Akhlak Islami berdasarkan al-Qur`an dan as-Sunnah.

Penyusun : Syaikh Majid bin Su’ud Alu-Ausyan
Diberi Pengantar : Syaikh yang mulia Dr. Abdul Aziz bin Muhammad as-Sadhan
Penerjemah : Abdurrahman Nuryaman.
Muraja’ah Terjemah : Editor Ilmiah DARUL HAQ
Tebal buku : 422 Hal ( Hard Cover).
Ukuran : 15,5x 24 cm
Harga : Rp. 85.000,-

                                        DASAR REKOMENDASI TEMA BUKU
Salah satu tema ilmiah dan amaliah pokok dalam Islam yang merupakan gambaran lahir, dari keyakinan dan akidah serta Iman yang bersemayam dalam jiwa, adalah adab dan akhlak. Nabi a telah mengingatkan hal ini dalam sabda beliau yang jelas,

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا.
” Di antara orang Mukmin Yang paling sempurna Imannya, adalah yang paling bagus akhlaknya di antara mereka.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud; at-Tirmidzi dan lainnya, dan dishahihkan oleh al-Albani).

Karena itu Iman dan akidah itu tidak hanya klaim, harus ada bukti nyata. Dan Nabi ashalallahu alaihi wassalam diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak mulia, yang merupakan bukti nyata dari bagusnya akidah dan Iman dalam batin seseorang. Ini terpancar dari sabda beliau a “Orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya”.

Karena itu, setiap Muslim harus berusaha menerjemahkan Islam dan akidah dalam kehidupan yang nyata, yaitu dalam bentuk adab dan akhlak, sehingga Islam yang Indah itu benar-benar terlihat nyata dalam gerak gerik dan diamnya kehidupan ini. Adab dan akhlak yang baik inilah yang telah menyebabkan banyak orang terpesona dengan Islam, sehingga mereka masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong.

Dan awal yang benar untuk memulai membenahi diri, agar memiliki adab dan akhlak yang baik adalah dengan belajar secara baik. Dan inilah yang diusung oleh buku Panduan Lengkap dan Praktis Adab dan Akhlak Islami ini, yakni menjadi panduan praktis dan lengkap, sebagai langkah awal untuk menjadi Muslim yang beradab dan berakhlak mulia, Insya Allah.

Ada begitu banyak kitab-kitab (buku-buku) adab dan akhlak yang telah ditulis oleh para ulama, dan tentu masing-masing memiliki kelebihan dan keistimewaan. Akan tetapi rujukan-rujukan tersebut di samping banyak juga tebal-tebal, sehingga dibutuhkan buku-buku yang simpel, sederhana dan praktis. Dari sinilah penyusun mengkaji tidak kurang dari 36 rujukan, lalu mengintisarikannya, dan memberinya judul Muntaqa al-Adab asy-Syar’iyah. Yang merupakan judul asli dari kitab ini.

Salah seorang di antara ulama besar Islam yang memiliki karya tulis dalam tema ini ini adalah Imam Ibnu Muflih al-Hanbali rahimahullah, yang disamping seorang ulama Ahlus Sunnah yang dikenal gigih berpegang kepada as-Sunnah, beliau juga memiliki sejumlah karya tulis yang mendapat sambutan oleh kaum muslimin umumnya dan para ulama khususnya. Salah satu karya tulis beliau yang monumental adalah al-Adab asy-Syar’iyah, yang secara harfiyah bisa kita terjemahkan dengan:

“Adab-adab Syari’at”. Kitab ini terdiri dari tiga jilid, dengan rata-rata setebal lebih-kurang Riadhus Shalihin. Dengan demikian dapat dibayangkan betapa luas dan dalam ilmu ulama yang satu ini, hingga dalam tema adab saja beliau bisa menyusun tiga jilid cukup tebal.

Nah, inilah salah satu rujukan primer dari buku intisari yang sedang kita bicarakan ini, di samping rujukan-rujukan lain yang tentu tidak kurang penting dari kitab tersebut, seperti Zad al-Ma’ad, milik Imam Ibnul Qayyim rahimahullah. Dan tentu akan sangat bagus jika kitab-kitab rujukan tersebut dikaji secara menyeluruh. Akan tetapi, amat sedikit kaum muslimin yang memiliki kemampuan berbahasa Arab yang baik, ini dari satu sisi, dan dari sisi yang lain, buku ini memiliki pembahasan yang panjang dan luas, hingga berjilid-jilid.

Maka sepertinya, Wallahu A’lam, muncullah ide untuk menyederhanakan kitab-kitab tersebut, agar manfaatnya menjangkau semua kalangan dan lapisan masyarakat, sehingga muncullah buku intisari ini, dengan judul asli al-Muntaqa min al-Adab asy-Syar’iyah, yang di susun oleh Syaikh Majid bin Su’ud Alu Ausyan hafizhahullah. Dan ini pula yang menjadi pertimbangan bagi kami, DARUL HAQ ketika memilih intisari ini untuk kami proyeksikan.

Di antara keistimewaan buku kita ini, adalah bahwa ia benar-benar “Panduan Lengkap dan Praktis Adab dan Akhlak Islami”, sebagaimana judul yang kami berikan. Karena inilah, yang mulia Syaikh Dr. Abdul Aziz as-Sadhan dalam pengantarnya mengatakan, “Perhatian buku karya Anda ini, terhadap dalil-dalil Syar’i membuat saya sangat senang. Dan Inilah yang dibutuhkan oleh mayoritas buku-buku pengajaran dan pendidikan….”

                               GAMBARAN ISI BUKU SECARA SEKILAS
Di awal buku, Syaikh Majid, penulis mengingatkan, bahwa di antara perkara paling penting yang harus diperhatikan seorang Muslim dalam kesehariannya, adalah mengamalkan Sunnah Nabi a dalam semua gerak-gerik dan diamnya, baik perkataan maupun perbuatan; sehingga hidupnya berjalan secara sistematis berdasarkan Sunnah Rasulullah a, sejak dari pagi hingga sore hari, yang dengan itu amal-amal duniawi sekalipun akan bernilai ibadah.

Kedudukan seorang Muslim diukur dari kegigihan sikapnya dalam mengikuti Nabi a. Maka semakin banyak dia melaksanakan Sunnah, semakin tinggi dan semakin mulia kedudukannya di sisi Allah Ta’ala. Dan di antara bentuk riil dari mengikuti Sunnah Nabi a adalah beradab dan berakhlak sebagaimana yang diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi shalallahu alaihi wassalam

Di bagian 1 dan 2, buku ini mengulas secara lengkap tetapi tetap praktis mengenai adab dan akhlak kepada Allah dan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.
Ini sangat penting dan mendasar yang harus diperhatikan oleh setiap Muslim; karena bagaimanapun tinggi dan mulia adab serta akhlak seseorang tetapi dia mengabaikan adab-adab kepada Allah Ta’ala dan Rasulullah a, maka itu semua menjadi sia-sia. Maka adalah sia-sialah bila seseorang gemar qiyamullail dan berpuasa sunnah, kalau dia menyamakan Allah dengan sesuatu makhluk, atau merendahkan dan mengejek-ejek suatu sunnah Nabi a yang tidak dia sukai, seperti mengenakan celana yang tidak isba, misalnya.

Karena itu sangatlah bagus penyusun yang meletakkan adab-adab kepada Allah SWT dan RasulNya saw, sebelum meletakkan adab-adab lainnya. Hal itu karena beradab dan berakhlak baik kepada Allah dan RasulNya adalah pokok, sedangkan yang lainnya adalah bagian-bagian cabang yang akan terbangun secara baik bila ditegakkan di atas pondasinya yang baik pula.

Kemudian di bagian 3, buku ini mengurutkan adab-adab yang harus dimiliki oleh para pengajar al-Qur`an. Berikut sebagian darinya dan secara ringkas, mudah-mudahan dapat menggambarkan sajian buku:
1. Ikhlas karena mencari Wajah Allah Ta’ala semata dan jauh dari tujuan-tujuan duniawi. Dan salah satu bentuk keikhlasan seseorang adalah mengindahkan semua rambu yang digariskan Syari’at.
Hendaklah selalu terpampang di depan mata seorang pengajar al-Qur`an, peringatan Allah Ta’ala,

{مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ}.
“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan dia tidak mendapatkan suatu bagian pun di akhirat.” (Asy-Syura: 20).

Maka hendaklah setiap pengajar al-Qur`an waspada, jangan sampai dia menjadikan al-Qur`an sebagai alat dan sarana untuk mencari kesenangan dan keuntungan duniawi.

2. Tidak menjadikan pengajaran al-Qur`an sebagai profesi mencari nafkah; dan tidak berdalih dengan begitu banyaknya orang-orang yang melakukannya.

3. Hendaklah pengajar al-Qur`an waspada terhadap perasaan tidak suka melihat sebagian anak-anak didiknya yang menghadiri majlis kajian al-Qur`an lainnya yang dibimbing oleh guru-guru lain yang bisa mereka ambil manfaat darinya. Benar, tidak ada orang yang selamat dari rasa iri, tetapi itu bukan alasan untuk membenarkannya.

4. Menyandang akhlak-akhlak Islami pada umumnya, seperti: rendah hati, tenang, tidak terburu-buru, bersabar, lembut dan sebagainya.

5. Bersikap lembut kepada anak-anak didik dan senantiasa memotivasi mereka untuk terus belajar al-Qur`an; karena ini adalah pokok yang harus menjadi fokus setiap orang yang mencari ilmu.

6. Hendaklah menempuh metode pengajaran yang fleksibel, sehingga dapat dicerna oleh semua karakter yang memang pasti beragam dari anak-anak didiknya, sehingga tidak kaku yang menyebabkan terkesan membosankan.

7. Penuh kasih sayang kepada semua anak didiknya dan memperhatikan kemaslahatan mereka. Hendaklah dia memperlakukan anak-anak didiknya sebagaimana anak-anaknya sendiri, penuh kesabaran dan selalu siap mendengar keluh kesah mereka.

8. Senantiasa mengingatkan anak-anak didiknya akan segala keutamaan mempelajari al-Qur`an.

9. Dan begitu seterusnya; yang mencapai 28 poin dari adab-adab yang harus disandang oleh seorang pengajar al-Qur`an, yang dengan melaksanakannya seseorang diharapkan telah meraih banyak kebaikan di dunia dan akhirat. Dan karena itu, salah satu yang harus diperhatikan oleh seorang pengajar al-Qur`an adalah senantiasa ingat, bahwa ilmu yang telah diajarkannya dengan baik, terlebih al-Qur`an, pasti akan menuai berkah dan kebaikan, sehingga akan menjadi tabungan amal baiknya yang akan dia petik hasilnya di akhirat, bahkan di dunia.

Lalu bagian 4, buku ini membahas adab-adab yang harus dimiliki orang yang belajar al-Qur`an, yang di antaranya:

1. Giat berdoa kepada Allah dengan ikhlas agar berkenan memberinya pertolongan untuk dimudahkan menghafal al-Qur`an

2. Hendaklah senantiasa terpampang di depan matanya bahwa menghafal dan mengamalkan al-Qur`an, adalah jalan untuk menggapai derajat yang tinggi. Nabi a bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْقُرْآنِ أَقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ.
“Sesungguhnya Allah mengangkat (derajat) kaum-kaum dengan al-Qur`an ini, dan menjatuhkan (derajat) kaum-kaum yang lainnya juga dengannya.” (Diriwayatkan oleh Muslim).

3. Berusaha belajar al-Qur`an dengan talaqqi langsung kepada seorang guru.

4. Tidak putus asa karena lamanya waktu untuk bisa menghafal al-Qur`an; karena ini adalah pintu masuk setan yang akan menghambat seorang penuntut ilmu untuk teguh di jalan thalabul ilmi.

Dalam buku ini penyusun menyebutkan 22 poin adab-adab belajar al-Qur`an, yang dapat Anda kaji secara praktis dalam buku ini.

Kemudian bagian 5, buku ini mengulas secara urut adab-adab membaca al-Qur`an.
 PENUTUP
Buku ini memuat tidak kurang dari 72 tema adab dan akhlak, yang secara ringkas dapat kami sebutkan sebagai berikut:
Adab-adab terhadap Allah;

adab-adab terhadap Rasulullah SAW;

adab-adab terhadap al-Qur`an yang mencakup adab-adab pengajar al-Qur`an;

adab-adab bagi pelajar al-Qur`an dan adab-adab membaca al-Qur`an;

adab-adab menuntut ilmu;

adab-adab menghadiri pengajian dan majlis ilmu;

adab-adab masjid; adab-adab hari Jum’at; adab-adab khatib;

adab-adab shalat istikharah;

adab-adab berpuasa;

adab-adab berbuka puasa;

adab-adab berdoa;

adab-adab hari raya;

adab-adab haji;

adab-adab berkomunikasi lewat telepon;

adab-adab berkunjung ke rumah orang;

adab-adab mengucapkan salam;

adab-adab bertamu; adab-adab majlis;

adab-adab berbicara; adab-adab tertawa;

adab-adab bercanda dan bergurau;

adab-adab saat marah;

adab-adab memberi nasehat;

adab-adab mengucapkan selamat;

adab-adab menyampaikan dan menerima berita gembira;

adab-adab memberikan hadiah;

adab-adab menghadapi kematian,

berikut mengurus jenazah dan berta’ziah;

adab-adab makan dan minum;

adab-adab buang hajt;

adab-adab bersiwak (menggosok gigi);

adab-adab tidur;

adab-adab berkaitan dengan mimpi;

adab-adab berpakaian dan berhias diri;

adab-adab mengenakan cincin;

adab-adab menyisir rambut;

adab-adab berbekam;

adab-adab olahraga jasmani;

adab-adab berkendara dan berjalan kaki;

adab-adab memakai sendal;

adab-adab jalanan; adab-adab bepergian;

adab-adab istisqa`;

adab-adab safar;

adab-adab di rumah;

adab-adab bertentangga;

adab-adab menjenguk orang sakit;

adab-adab di pasar;

adab-adab terhadap kedua orang tua;

adab-adab mendidik anak;

adab-adab terhadap kerabat;

adab-adab bermajlis bersama kaum Muslimin;

adab-adab berbeda pendapat;

adab-adab bergaul dengan kaum wanita;

adab-adab terhadap pembantu;

adab-adab berkaitan dengan kelahiran anak;

adab-adab meminjam buku; adab-adab bersin;

adab-adab menguap; adab-adab bersendawa;

adab-adab meludah; dan adab-adab umum

.
Di bagian akhir buku ini, sebelum penutup, penulis menyuguhkan pesan-pesan emas yang indah dan sangat bagus untuk direnungkan.

Maka buku ini benar-benar sebuah himpunan adab dan akhlak Islam yang kaya dan lengkap, simpel dan praktis.

Layak dibaca semua kalangan, terutama sebagai bahan kultum dan pengajian-pengajian di mushalla dan masjid-masjid.

Informasi dan Pemesanan:

 

Telp. 021 84999585
Sms atu whatsapp 081382361477
www.darulhaq.com

Register