RESENSI BUKU PESAN PESAN EMAS (Mukhtashar al-Fawa`id)

RESENSI MUKHTASHAR AL-FAWA`ID

DATA BUKU

Judul Asli                             : Al-Fawa`id

Judul intisari                       : Mukhtashar al-Fawa`id

Judul edisi terjemah          : Pesan-pesan Emas Untuk Menggapai Kesempurnaan Agama dan Kebahagiaan Dunia & Akhirat

Penulis kitab asli                 : Imam Ibnul Qayyim

Penyusun intisari                : Dr. Ahmad Utsman al-Mazyad.

Muraja’ah terjemah            : Tim Editor Ilmiah DARUL HAQ

Penerbit                                : DARUL HAQ

Tebal buku                            : 158 halaman

Ukuran buku                        : 14,5 x 20,5 cm

Harga                                     : Rp . 25.000,-

 

TEMA BUKU

Sebagaimana judul edsisi terjemah yang kami berikan, buku ini adalah nasehat-nasehat emas untuk menggapai kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat, di mana setiap judul merupakan sajian indah menyuguhkan pesan mendalam, dalam rangka usaha menggapai ridha Allah Ta’ala.

Buku ini adalah salah satu buku tazkiyatun Nufus (penyucian jiwa) paling baik yang akan menyuguhkan berbagai sentuhan lembut kepada jiwa-jiwa yang merindukan surga dan keridhaan Allah Ta’ala. Dan ingat bahwa sebuah keruntungan besar bagi orang yang berusaha menyucikan jiwanya. Allah Ta’ala berfirman,

{ قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)}.

Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya. (Asy-Syams: 9-10).

Dan inilah buku kita ini, di dalamnya bertabur mutiara-mutiara nasehat yang indah lagi mahal yang akan membantu membersihkan hati yang kotor, menyukikan diri yang terkungkung oleh belitan hawa nafsu bahkan melembutkan jiwa yang membantu tak pernah menangis karena takut kepada Allah, Penciptanya. Inilah berbagai kaidah dan faidah yang akan membimbing setiap kita untuk menundukkan dunia sebagai kendaraan dan bekal menuju akhirat.

SAJIAN PILIHAN SIMULATIF

Dalam buku ini, setiap bagian yang diuraikan oleh Imam Ibnul Qayyim, seakan berdiri sendiri, akan tetapi sebenarnya merupakan kesatuan yang tak terpisahkan; di mana sebagian darinya menjelaskan sebagian yang lain. Dan berikut ini, kami sajikan secara ringkas beberapa bagian darinya, dengan harapan dapat mensimulasikan bahasan setiap judul secara utuh.

Sebab-sebab Kebahagian Manusia

Manusia memiliki dua kekuatan; pertama, kekuatan ilmiah dan pengkajian dan kedua, kekuatan amaliah dan kehendak. Dan tersempurnakan kebahagiaan seorang hamba tergantung secara penuh kepada kekuatan ilmiah dan kehendak tersebut.

Kesempurnaan ilmiahnya hanya mungkin dilakukan dengan:

pertama, mengenal Pencipta dan Pembuatnya, Allah Ta’ala, yaitu: berilmu secara baik tentang nama-nama dan sifat-sifatnya.

Kedua, mengenal jalan yang dapat menyampaikan seorang Muslim kepadaNya.

Ketiga, kemudian mengenal dirinya sendiri secara baik dengan segala kekurangannya.

Semua ini akan menciptakan kekuatan ilmiah, dan hendaklah setiap kita mengetahui bahwa orang yang paling dalam pengetahuannya tentang ini adalah orang pasti paling paham tentang agama ini.

Sedangkan kekuatan amaliah dan kehendak, tidak akan terwujud kecuali memperhatikan hak-hak Allah q atas hamba-hambaNya di sertai dengan menjalankannya secara ikhlas, jujur, tulus, ihsan dan menguti apa yang disyari’atkanNya melalui Rasulullah saw, mempersaksikan segala karunianya sembari menyadari kelalaian dirinya dalam menunaikan hak-hakNya, di mana dia akan merasa malu untuk bertemu dengan Allah dengan nilai pengabdian (yang rendah) seperti itu, karena dia menyadari bahwa itu jauh dari apa yang merupakan kewajiban atas dirinya. Kemudian dia harus menyadari bahwa tidak ada jalan baginya untuk berusaha menyempurnakan semua itu kecuali dengan pertolongan Allah Ta’ala, sehingga dia menjadi sangat membutuhkan bahwa Allah memberinya petunjuk ke jalan yang lurus yang kepadanya Dia memberikan petunjuk bagi para kekasih dan orang-orang yang Dia berikan keistimewaan, dan juga Dia menghindarinya keluar dari jalan lurus tersebut, baik karena kerusakan dalam kekuatan ilmiahnya sehingga dia terjatuh dalam kesesatan, atau karena kerusakan dalam kekuatan amaliahnya sehingga menyebabkan murka Allah terhadap dirinya.

Karena itu,  kesempurnaan manusia dan kebahagiaannya tidak akan terwujud kecuali dengan terkumpulnya semua perkara ini.

Sebab-sebab Terjerumusnya Hamba ke Dalam Perbuatan yang Haram 

Semuanya penyebabnya berporos kepada dua hakikat besar:

Pertama: Buruk sangka kepada TuhanNya, dan bahwa kalau dia menaatiNya dan mendahulukanNya, Dia tidak akan memberikannya yang lebih baik darinya sebagai sutu yang halal.

Kedua: Dia mengetahui hal itu, dan juga mengetahui bahwa barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah niscaya Dia akan menggantikan untuknya dengan yang lebih baik dari itu, akan tetapi desakan syahwatnya mengalahkan kesabarannya dan dorongan hawa nafsunya mengalahkan akal sehatnya.

Jalan Menuju Allah

Antara diri seorang hamba dengan Allah dan surganya adalah sebuah jembatan yang dapat ditempuh hanya dua langkah: satu langkah dari dirinya dan satu langkah lagi dari makhluk (hamba-hamba Allah); di mana dia menjatuhkan dirinya dan melemparkannya pada tempat antara dirinya dengan manusia, lalu menggugurkan manusia dan melemparkannya di antara dirinya dengan Allah, sehingga dia tidak menoleh kecuali kepada orang yang menunjukkannya kepada Allah dan kepada jalan yang menyampaikannya kepadaNya.

Pokok-pokok Kemaksiatan

Pokok kemaksiatan itu semuanya, baik yang besar maupun yang kecil, ada tiga: pertama, bergantungnya hati kepada selain Allah, kedua, memperturutkan kuatnya kemarahan, dan ketiga, kuatnya dorongan syahwat; yang bentuk-bentuk rilnya adalah: syirik,  kezhaliman dan perbuatan-perbuatan keji. Akibat paling buruk dari ketergantungan hati kepada selain Allah adalah kesyirikan; akibat paling besar dari kezhaliman adalah membunuh orang tanpa alasan yang benar; dan akibat paling buruk dari mengikuti syahwat adalah zina. Inilah sebabnya, Allah menyebutkan ketiga perbuatan tercela ini dalam FirmanNya,

{وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (68) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (69) إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (70) وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا (71)}.

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain bersama Allah, dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman (yang berat). (AlFurqan: 68).

Dan ketiga ini sebagian menyebabkan kepada sebagian yang lainnya. Itulah sebabnya, kesyirikan menyebabkan kepada kezhaliman dan perbuatan keji, sebagaimana ikhlas dan tauhid memalingkan semuanya dari pemiliknya, sebagaimana yang diisyaratkan Allah dalam FirmanNya tentang nabi Yusuf as,

{كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوْءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِيْنَ}.

Demikianlah agar Kami memalingkan darinya keburukan dan perbuatan keji. Sesungguhnya dia (Yusuf) itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih (untuk menjadi orang-orang yang ikhlas). (Yusuf: 24).

Asas Setiap Kebaikan

Dasar setiap kebaikan adalah mengetahui bahwa apa yang dikehendaki Allah untuk terjadi pasti terjadi dan apa tidak Allah kehendaki untuk terjadi tidak akan pernah terjadi. Pada titik itu, Anda menjadi yakin bahwa segala kebaikan itu adalah dari nikmat-nikmatNya sehingga Anda mensyukurinya dan bersimpuh memohon kepadanya agar Allah tidak mencabutnya dari Anda; dan sebaliknya keburukan-keburukan itu adalah karena pengabaian dari Allah dan hukumanNya, sehingga Anda menengadahkan tangan kepadaNya agar Dia menjauhkan antara diri Anda dengan semua keburukan itu; dan agar Allah tidak membiarkan diri Anda dalam melakukan kebaikan-kebaikan dan meninggalkan keburukan-keburukan bersandar kepada diri Anda.

Orang-orang yang berilmu tentang Allah telah sepakat bahwa semua kebaikan dasarnya adalah taufik Allah Ta’ala dan asal semua keburukan itu adalah karena Allah mengabaikan pemiliknya yaitu Dia membiarkan antara dirinya dengan dirinya sendiri. Maka karena segala kebaikan itu adalah semata karena taufik dari Allah, sehingga kebaikan itu hanya ada di Tangan Allah, maka kunci untuk meraihnya adalah berdoa dan memohon dengan segala perasaan butuh kepadaNya. Karena itu, kapan saja seorang hamba diberikan kunci yang satu ini, maka berarti Allah memang menginginkan untuk membukan banyak kebaikan baginya, dan siapa saja yang tidak mendapatkan kunci tersebut, maka pintu kebaikan tetap akan tertutup rapat di hadapannya. Amirul Mukminin Umar bin al-Khaththab rhu pernah berkata,

 “Sesungguhnya aku tidak mengusung kegundahan terkabulnya (doaku) akan tetapi kemauan kuat untuk berdoa; karena apabila aku diberikan ilham untuk berdoa, maka pengabulan untuknya ikut bersamanya.”

Dan seberapa besar kadar niat dan kemauan serta kehendak seorang hamba untuk berdoa, sebesar itu pula taufik dan pertolongan Allah datang kepadanya.

Dan pokok yang mengendalikan semua itu adalah sikap sabar; karena sikap sabar adalah bagaikan kepala dari badan, yang mana apabila kepala tidak ada maka badan juga tidak bisa tetap hidup.

PENUTUP

Sebelum Datang Hari Penyesalan

Tebuslah dirimu hari ini! Karena transaksi masih berlangsung dan harga tukar masih ada serta barang-barang masih murah meriah. Karena akan datang suatu hari terhadap pasar transaksi dan barang-barang itu, di mana Anda tidak akan lagi mendapatkannya baik sedikit apalagi banyak. “Itulah hari at-Tghabun”, “dan hari di mana seorang yang zhalim akan menggigit kedua tangannya (karena menyesal)”.

Amal yang banyak tetapi tidak disertai dengan keikhlasan dan mengikuti Sunnah Nabi saw, adalah bagaikan seorang musafir yang mengisi penuh geribanya dengan pasir yang akan memberatkannya tetapi tidak ada manfaatnya baginya.

Apabila Anda membebani hati dengan angan-angan terhadap dunia dan segala beban beratnya, sementara Anda meremehkan wirid-wiridnya yang merupakan kekuatan dan kehidupannya, maka engkau bagaikan seorang musafir yang membebani hewan tunggangannya lebih dari kemampuannya, tetapi tidak memenuhi kebutuhan pakannya, maka tidak akan bisa berjalan cepat. Dalam sebaris sya’ir dikatakan,

“Orang yang terpencar tekadnya

Hanya mengalokasikan umurnya

Dalam keadaan kebingungan

Tidak ada keberuntungan dan justru kegagalan.”

Semua ini kami kutipkan secara utuh dengan sedikit adaptasi redaksi, dengan tujuan mudah-mudahan dapat enggambarkan karakter sajian dan isi buku yang sangat berharga ini.

Dan dalam buku ini Anda dapat mengkaji tema-tema berikut ini:

 

  • Agar kita mendapatkan manfaat maksimal dari membaca al-Qur`an.
  • Sebab-sebab kebahagiaan.
  • Bagaimana Anda mengenal Allah dengan baik.
  • Mencermati pesan-pesan agung al-Qur`an.
  • Hakikat dunia.
  • Perkara yang paling aneh.
  • Sebab-sebab yang menjatuhkan dalam keharaman.
  • Di antara faidah tauhid.
  • Kenikmatan yang paling lezat.
  • Bagaimana menyatukan antara takwa dengan akhlak yang baik.
  • Jalan menuju Allah.
  • Bagaimana menggapai masalahat dunia dan akhirat.
  • Orang yang paling banyak meraih hidayah.
  • Cita-cita yang paling tinggi.
  • Hakikat ulama su`.
  • Pokok-pokok kemaksiatan.
  • Kosongkan jiwamu untuk akhirat.
  • Kejahilan yang paling parah.
  • Bagaimana memenuhi seruan Allah dan RasulNya.
  • Yang paling bermanfaat adalah menundukkan hawa nafsu.
  • Kerusakan mendahulukan dunia.
  • Hasil usaha jiwa yang paling utama.
  • Iman antara kelaim dengan hakikat.
  • Jalan orang Mukmin dan jalan orang durjana.
  • Kesia-siaan yang paling besar.
  • Orang yang paling dicintai oleh Allah.
  • Macam-macam Zuhud.
  • Antara Dzikir dengan Syukur.
  • Sebab hidayah dan sebab kesesatan.
  • Jangan sekali-kali berbohong.
  • Mudarat memperturutkan syahwat.
  • Pokok akhlak yang tercela.
  • Yang dapat mendoring hati ikhlas.
  • Manusia yang paling sempurna meraih nikmat.
  • Kebutuhan manusia kepada Rasulullah saw.
  • Pokok kekafiran itu ada empat.
  • Kezhaliman yang paling besar.
  • Pintu masuk setan kepada manusia.
  • Berfikir yang paling bermanfaat.
  • Keadaan kita di dalam Shalat.
  • Beda antara kenikamatan dunia dengan akhirat.
  • Bersegeralah kembali kepada Allah.

 

Saudaraku seiman …

Inilah nasehat-nasehat emas yang akan mengantarkan kepada segala kebaikan, insya`  Allah, sehingga patut dibaca semua kalangan.

Register