RESENSI BUKU PERJALANAN HIDUP EMPAT KHALIFAH RASUL YANG AGUNG

PERJALANAN HIDUP EMPAT KHALIFAH RASUL YANG AGUNG

 

DATA BUKU

Judul Asli                         : Tartib wa Tahdzib al-Bidayah wa an-Nihayah

Judul Edisi Terjemah     : PERJALANAN HIDUP EMPAT KHALIFAH RASUL YANG AGUNG: Abu Bakar ash-shiddiq, Umar bin al- Khaththab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib

Penulis Kitab asli             : Imam al-Hafizh Ibnu Katsir rhm.

Penulis Tahdzib               : Dr.  Muhammad bin Shamil as-Sulami

Penerjemah                       : Abu Ihsan al-Atsari

Muraja’ah terjemah        : Tim Editor ilmiah DARUL HAQ

Penerbit                             : DARUL HAQ, Jakarta

Tebal buku                        : 736 + xlii halaman

Ukuran                              : 16 x 24.5

Harga per ex                   : Rp     140.000 ,-

 

KEDUDUKAN PENTING TEMA BUKU

Pentingnya kedudukan tema buku ini, dapat digambarkan sebagai berikut:

Pertama: Salah satu disiplin ilmiah yang penting menjadi perhatian seorang muslim adalah sejarah Islam, khususnya sejarah hidup Rasulullah saw dan peribadi-peribadi yang unggul, seperti halnya empat khalifah Nabi saw. Hal itu, karena pada diri merakalah tercermin pelaksanaan ajaran Agama Islam yang baik dan benar. Dengan membaca tentang hidup mereka, kita menjadi dapat menggambarkan, bahwa seperti merekalah seharusnya seorang muslim beriman dan berislam. Tidak ada ada keraguan, bahwa para sahabat secara umum dan empat khalifah Nabi saw secara khusus, adalah orang-orang pilihan yang hebat; orang-orang yang paling utama setelah Nabi saw. Pada peribadai mereka terpateri, sikap takwa, sikap zuhud, wara’, disiplin, kegigihan dalam berpegang kepada kebenaran, juga pengorbanan, pengabdian, ibadah, ilmu dan keberanian dan berbagai sisi keteladanan.

Karena itu,  mereka lah yang figur-figur sejati dalam hidup ini setelah Nabi saw. Dan jalan ke arah itu adalah dengan mambaca biografi meraka yang dicatat para ulama, seperti halnya buku kita ini; Perjalanan Hidup Empat Khalifah, Rasul saw Yang Agung.

Kedua: Salah satu kitab rujukan sejarah dan biografi terbaik yang dimiliki kaum Muslimin adalah al-Bidayah wa an-Nihayah, yang merupakan karya monumental Imam al-Hafizh Ibnu Katsir rhm. Pentingnya kedudukan kitab rujukan yang satu ini, di samping karena ia adalah kitab musnad yakni setiap kejadian di dalam diriwayatkan dengan sanadnya, juga karena penulisnya adalah seorang imam besar yang menguasai banyak disiplin ilmu; tafsir, hadits dan bahkan sejarah. Tafsir beliau, yaitu Tafsir Ibnu Katsir adalah bukti bahwa beliau memang hebat dalam disiplin tafsir dan penguasaan beliau yang luar biasa dalam ilmu hadits mengantarkan beliau sebagai salah seorang ulama yang digelari al-Hafzih oleh para ulama lainnya.

Ketiga: Karena begitu pentingnya mengkaji kitab alBidayah ini, terutama yang terkait dengan biografi empat khalifah Nabi saw, dan juga karena penyusunannya berdasarkan sanad-sanad, sehingga sulit untuk diambil manfaatnya oleh banyak bahkan kebanyakan kaum Muslimin, maka Dr. Muhammad as-Sulami mengintisarikannya lalu menyusun ulang isinya, sehingga menjadi mudah, urut dan sejalan dengan metologi penulisan sejarah yang moderen. Dan karena itu, buku ini menjadi sangat enak dibaca dan dikaji, layak dibaca setiap kalalangan; akademisi maupun pemula. Dan karena itu juga, pada buku ini layak terhimpun predikat sebagai rujukan primer dan predikat sebagai bacaan primer pula.

Ke empat: Dr. Muhammad as-Sulami yang mengintisarikan dan menyusun ulang, juga mentakhrij riwayat yang ada beradasarkan kitab-kitab rujukan lain yang bahkan lebih penting, seperti Shahih Al-Bukhari  dan Shahih Muslim, serta rujukan-rujukan penting lainnya, yang dengan demikian riwayat yang kita kaji bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Ke lima: di samping membuang sanad riwayat, Dr. Muhammad as-Sulami juga membuang riwayat-riwayat yang palsu dan tidak bisa diterima atau dijadikan pegangan. Ini adalah suatu yang sangat penting, karena salah satu yang membedakan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan Ahlul bid’ah adalah bahwa ahlul Bidah asal comot dalam mengambil dalil dan tidak memilah antara yang tsabit dengan yang dha’if.

Karena itu,  siapa yang ingin mengkaji tentang empat khalifah Nabi saw berdasarkan riwayat dan sumber yang autentik sekaligus mudah dipahami, maka buku ini adalah pilihan yang tepat, insya` Allah.

Hanya saja, yang dikerjakan oleh Dr, as-Sulami adalah tema empat khlifah saja, maka hanya bagian ini pula yang kami terbitkan ini, yang tersaji dalam satu jilid cukup tebal.

Ke enam: Sebagaimana yang dikatakan oleh penyusun, bahwa buku ini beliau susun berdasarkan sistematika tematik, lalu merangkainya antara satu tema dengan tema yang lain, antara satu sub-sub dengan sub yang lain, disertai dengan imbuhan judul untuk setiap tema dan sub, sehingga menjelma menjadi narasi ilmiah yang utuh, padu dan urut.

Dengan demikian, berbagai peristiwa dalam kurun waktu yang penuh berkah kala itu, tersaji secara urut dan terpetakan dengan baik, dengan sajian yang urut dan padu serta mudah, tetapi tetap ilmiah dan autentik.

SAJIAN PILIHAN

Untuk mencoba menggambarkan pentingnya fakta dan ibrah sejarah yang tersaji dalam buku ini, kami ingin merangkaikan sebagian darinya. Dalam Biografi Abu Bakar ash-Shiddiq rhu misalnya memuat tema-tema penting yang diletakkan dalam lima bagian berikut:

Bagian pertama, membahas tentang nama dan nasab Abu Bakar, berikut ciri-ciri fiisik, istri-istri, putra-putri, jasa-jasa, contoh-contoh keteladanan, orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan beliau, dan berbagai hal di sekitaran keluarga dalam harian-harian belia, hingga beliau wafat.

Bagian kedua: Pembai’atan Abu Bakar sebagai Khalifah

Dibagian ini, buku ini menguraikan begitu banyak tema penting, yang di antaranya: khutbah Rasulullah saw yang terakhir lima hari menjelang beliau wafat; perintah Rasulullah saw agar Abu Bakar menjadi imam bagi para sahabat, saat beliau sakit, bahkan Rasulullah saw sendiri pernah berusaha ikut shalat bermakmum kepada Abu Bakar, dan ini adalah salah satu isyarat bahwa yang harus menjadi khalifah yang memimpin kaum Muslimin setelah beliau tiada adalah sahabat beliau yang paling beliau cintai itu, sekaligus mertua beliau, Abu Bakar ash-Shiddiq rhu.

Berikutnya, para sahabat terguncang hebat dengan wafatnya Rasulullah saw, dan karena begitu petingnya masalah kepemimpinan bagi kaum Muslimin, mereka langsung memberikannya perhatian dengan seksama. Lalu Abu Bakar pun dibai’at oleh kaum Muslimin di Saqifah Bani Sa’idah. Dan di sana Abu Bakar menyampaikan pidato yang pertama pelantikannya sebagai khalifah. Kaum Muslimin kala itu semuanya sepakat membai’at Abu Bakar, tak terkecuali Ali bin Abu Thalib rhu. Maka di samping adanya sejumlah nash yang jelas menunjukkan bahwa Nabi saw memang memerintahkan kaum Muslimin untuk memilih Abu Bakar sebagai khalifah, para sahabat juga ijma’ tentang itu. Karena itu, fakta ini adalah hujjah yang tak terbantahkan, bahwa Abu Bakar adalah khalifah Rasulullah saw dan pemimpin umat islam setelah Nabi saw wafat, secara syar’i dan aqli.

Setelah menguraikan masalah ini secara rinci berdasarkan urutan peristiwanya, buku kemudian melakukan bantahan-bantahan ilmiah terhadap berbagai syubhat Syi’ah yang menggugat kekhalifahan Abu Bakar rhu, bahkan juga bantahan-bantahan terhadap para tukang dongeng yang selama ini ikut merusak gambaran sejarah islam yang agung dan indah, yang di antaranya adalah tentang sikap Ali dan Fatimah, putri Nabi saw, terhadap khalifah Abu Bakar, terkait warisan Nabi saw.

Yang jelas, dalam kurun waktu cukup pendek ini, begitu banyak peristiwa penting yang terjadi, yang kemudian memunculkan begitu banyak masalah kasus ilmiah, dan buku ini menguraikannya dengan sangat baik. Di sinilah muncul keunguulan buku ini, karena sekalipun ia berbicara tentang biografi empat khalifah, tetapi juga membantah dan menyingkap begitu banyak syubhat yang kekisruhan sejarah yang terjadi di sana.

Bagian ketiga: Penumpasan Gerakan Murtad dan Pemberontakan

Belum lama Abu Bakar dibai’at sebagai khalifah, dan tidak lama berselang sejak wafatnya Nabi saw, muncul badai hebat dalam khalifahan islam yang baru mulai itu. Muncul gerakan melepaskan diri dari kekhalifahan kaum Muslimin, lalu gerakan orang-orang yang menolak membayar zakat, lalu muncul pula sejumlah pembohong yang mengaku sebagai nabi, bahkan banyak orang-orang yang tadinya merupakan bagian dari jama’ah kaum Muslimin mutrad dari islam. Hebatnyn, semua pusaran badai fitnah itu muncul hampir bersamaan, bahkan sejarah mencatat bahwa hanya Madinah dan Tha`if yang tetap teguh di atas bai’at mereka kepada kekhalifahan kaum Muslimin, bahkan Makkah pun juga terguncang dan suara orang-orang yang ada di sana terpecah, sekalipun kemudian menjadi salah satu daerah yang tetap memelihara bai’at mereka. Kita bisa bayangkan betapa hebat fitnah dan badai prahara yang dihadapi khalifah Abu Bakar dan para sahabat kala itu.

Maka dalam pada itulah, terjadi berbagai pertempuran hebat hampir bersamaan di berbagai tempat, yang merupakan gambaran hebatnya hiruk pikuk petaka dan fitnah saat itu.

Di situlah terbukti, bahwa Abu Bakar memang seorang laki-laki yang hebat, karena di tengah medan sejarah yang begitu genting seperti itulah kualitas seorang laki-laki teruji dengan sebenarnya, di mana beliau bertindak mengnatasi tumpukan masalah yang tampak semerawut dengan sangat kebijakan-kebijan yang sangat efektif, sehingga benar-benar membuahkan hasil gemilang.

Dan benar, tidak lama berselang, khalifah Abu Bakar mampu mengembalikan ketentraman dan ketenangan kehidupan kaum Muslimin, kesatuan dan kedamaian di dalam beribadah kepada Allah Ta’ala, yang juga membuktikan bahwa Abu Bakar memang seorang laki-laki yang utama dengan segala maknanya. Dan dalam buku ini Anda dapat menikmati unggulnya karakteristik yang dimiliki oleh sahabat besar yang satu ini.

Bagian ke empat: Penaklukan di negeri Irak periode pertama

Di sini, khalifah Abu Bakar mengirim panglima hebat, Khalid bin al-Walid untuk membuka negeri irak dari satu wilayah ke wilayah lain. Semua rincinnya dapat Anda kaji secar baik di dalam buku ini.

Bagian Ke lima: Penaklukan di negeri syam periode pertama

Setelah mayoritas daerah irak tunduk di bawah kekhalifahan Islam, khalifah Abu Bakar kemudian mengalihkan panglima Khalid bersama pasukannya untuk membuka negeri Syam, menghadapi pasukan Kekaisaran Bizantium, Romawi Timur, yang bercokol di sana kala itu.

Di bagian ini, Anda dapat mengkaji rangkaian kisah dan sejarah paling menggetarkan bagi Romawi khususnya dan semua musuh Islam pada umumnya. Di sini tergambar rangkaian peperangan yang hebat antara para penyembah dunia dengan hamba-hamba Allah yang berjihad demi meninggikan kalimat Allah di muka bumi. Di sana juga terukir kepahlawanan para pendekar Islam dalam merebut negeri-negeri Allah yang hanya layak dikuasai dan dikelola orang-orang Mukmin.

PENUTUP

Ibrah paling penting dari mengkaji sejarah hidup dan biografi orang-orang mulia adalah mengetahui sifat-sifat yang mulia pada diri mereka yang dengan itu sikap dan tindakan mereka terhadap peristiwa dan masalah sehingga menjadi kebenaran dan juga mendatangkan kebaikan bagi dunia. Bahkan lebih dari itu, sangat peroduktif serta memiliki efek positif dalam sekala yang luas dan untuk waktu jangka panjang tak terhingga, bahkan sampai saat ini.

Dan ini tercermin dari k empat khalifah Nabi saw yang disajikan dalam buku kita ini. Dari biografi masing-masing mereka, kita akan mendapatkan begitu banyak berkah dan pelajaran yang mahal. Disamping semua peristiwa penting sejak menjelang Rasulullah saw wafat hingga khalifah Ali bin Abu Thalib wafat, terurai dengan bagus, kita juga akan mendapatkan begitu banyak pretasi gemilang mereka yang akan tetap tertulis dengan tinta emas dalam benak sejarah.

Cobalah perhatikan dengan seksama:

Pertama: sejak kekhalifahan Abu Bakar, pembukuan al-Qur`an diselesaikan dengan baik.

Kedua: Ke empat khlifah yang agung ini, telah membuktikan bahwa Islam memiliki konsep terbaik dalam mengelola negara, yang tegak di atas al-Qur`an dan as-Sunnah, sehingga mengelola negara tentu saja menjadi ibadah bagi mereka. Dan ini juga bantahan telak terhadap pihak-pihak yang selama ini menuding islam tidak memiliki sistem politik.

Ketiga: begitu juga di zaman mereka sistem ekonomi terealisasi dengan harmonis dan membawa kebaikan bagi semua orang; di mana tidak ada sistem ribawi dan semua konsep yang merusak keadilan sosial, dan tidak ada konsep yang batil menjadi intrumen sistem; sekalipun dalam sekala perseorangan mungkin ada saja yang melanggar dan sebagainya.

Ke empat: begitu juga Akhlak dan adab di tengah masyarat, semua tertata dengan baik sesuai dengan apa-apa yang dikehendaki Allah Ta’ala

Ke lima: Yang paling penting dari semua itu adalah menegakkan hujjah kepada umat manusia, dengan menyebarkan islam dan membuka negeri-negeri yang luas dalam rangka membebaskan manusia dari penghambaan kepada makhluk menuju penghambaan hanya kepada Tuhan makhluk, Allah Ta’ala. Dalam buku tergambar jelas bagaimana kaum Muslimin bertebaran di muka bumi ini untuk menyampaikan risalah Allah

Dan ini hanya sebagian kecil dari prestasi-prestasi gemilang tersebut, yang bisa kami sebutkan di sini.

Nah, inilah di antara keungulan buku ini, yaitu munculnya karakteristik-karakteristik yang unggul dari setiap peribadi mereka, sehingga menjadi motivasi bagi untuk meneladani mereka.

Ini sangat penting dan seringkali kita lupa ketika membaca sejarah, padahal ketika Allah mengisahkan tentang para Nabi di dalam al-Qur`an, Allah berfirman,

لَقَدْ كَانَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُوْلِي الْأَلْبَابِ.

“Sungguh dalam kisah-kisah mereka ada ibrah bagi orang-orang yang berakal.”

Dan buku ini menyajikan hamparan mutiara ibrah yang luas dari perjalaan hidup empat orang ynag disepakati oleh kaum Muslimin, sebagai peribadi-peribadi yang paling utama setelah Rasulullah saw, dengan indah kepada kita ibrah-ibrah dari masing-masing empat khalifah Rasul saw yang agung.

Ya Allah, kumpulkanlah kami di dalam surgaMu bersama nabi kami saw dan bersama empat khalifah RasulMu yang engkau ridhai. Sesungguhnya Engkau Maha mengabulkan. Amin.

Register