Depan |Katalog Situs | Forum | Rekomendasi | Distributor | Tentang Kami
Statistik
Total : 574459 hits
Online : 12 users
 Kategori Buku
 Tentang Kami
 Distributor
  Retail
Kota-Kota

  
 Login
  
Login:
Pass:
Register?
  
Kategori: Tazkiyatun Nafs
 

Penulis : Imam al-Qurthubi
Harga : Rp.72.000,-
Deskripsi : xiv + 624 hal. (HC)
Kehidupan dunia ini hanya sementara, bukan segalanya. Karena, setelah itu, ada perjalanan yang lebih panjang menuju tempat keabadian yang penuh kenikmatan atau penuh kesengsaraan. Surga atau neraka. Manusia yang menyadari tempat kembalinya yang abadi, akan mempersiapkan perbekalan sebanyak-banyaknya untuk perjalanan yang panjang tersebut. Mereka mengetahui bahwa kehidupan akhirat itu lebih baik daripada kehidupan dunia. Sementara manusia yang lalai, mereka terpedaya dengan kehidupan dunia yang sementara ini. Mereka mengumpulkan dan menghitung-hitung hartanya, karena mengira hartanya itu dapat mengekalkan dirinya. Mereka terlenakan oleh kehidupan duniawi yang fana ini hingga mati. Persis sebagaimana yang difirmankan oleh Allah, Kecelakaanlah bagi setiap engumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta lagi menghitung-hitung, ia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. (Al-Humazah: 1-3).Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. (At-Takatsur: 1-2).Imam al-Qurthubi, lewat bukunya yang bermutu ini, at-Tadzkirah fi Ahwal al-Mauta wa Umur al-Akhirah (Mengingatkan Tentang Ihwal Kematian dan Perkara Akhirat), mencoba menghimpun ayat-ayat, riwayat-riwayat, dan pendapat-pendapat tentang perkara-perkara yang berada di balik kehidupan dunia ini. Mulai dari sakaratul maut yang merupakan gerbang kematian, dicabutnya ruh yang baik dan ruh yang buruk, alam barzakh dan pertanyaan malai-kat di dalamnya, tentang perbuatan-perbuatan yang menjadikan kubur menjadi taman surga atau kubangan neraka, kiamat, kebangkitan, dikumpulkannya manusia di Mahsyar, hisab, Mizan, Shirath, surga, neraka, hingga huru hara akhir zaman, kiamat, dan seterusnya.Sebagai seorang mufassir, ia menjelaskan tema-tema yang diangkatnya secara mendalam dengan berbagai argumennya. Tapi, tentu saja tak ada gading yang tak retak. Terdapat beberapa pembahasan yang tidak sejalan dengan manhaj as-Salafush Shalih seperti tentang permasalahan fiqhiyyah yang diperselisihkan, riwayat-riwayat dan pendapat-pendapat yang lemah, dan selainnya. Buku ini diterjemahkan seperti apa adanya tanpa memberikan catatan atau komentar. Tapi, secara umum, buku ini patut dibaca.Yang jelas, perkara-perkara ini -yang termasuk dalam kategori keimanan kepada hari akhir- sangat penting dalam membentuk ke-pribadian muslim. Karena kepribadian Islami tidak bisa dibentuk melalui realitas kehidupan semata-mata. Ini yang membedakan muslim dengan selainnya. Inilah barangkali yang menjadi rahasia ke-istimewaan generasi awal muslim, di mana kehidupan akhirat seolah-olah nampak di pelupuk mata mereka. Mereka lebih banyak menangis daripada tertawa, dan lebih banyak beramal untuk akhirat daripada untuk kehidupan duniawi. Dunia, bagi mereka, adalah ladang untuk akhirat. Bandingkan dengan generasi sekarang yang lebih banyak tertawa daripada menangis, sibuk dengan kehidupan duniawi dan melupakan kehidupan akhirat.Mudah-mudahan usaha sederhana ini dapat membuka jalan ba-gi kita untuk meraih keselamatan di akhirat kelak. Amin, ya Mujibas Sa'ilin.

| Index | Hits: 546
 Pameran Buku
  

  
 Info Bedah buku
  

  
 Toko Buku Online
  

  
 download
  katalog &
Bedah Buku


  
       Pondok Gede, Bekasi 17411, Telp. 021-84999585, Fax. 021-84999530, layanan SMS : 081281200902